Mengenal Somnambulism, Gangguan Tidur yang Buat Seseorang Berjalan saat Masih Terlelap

Djanti Virantika, Jurnalis
Sabtu 18 Juli 2026 20:25 WIB
Gangguan tidur sambil berjalan. (Foto: Freepik)
Share :

PERNAH mendengar seseorang berjalan, berbicara, atau bahkan melakukan aktivitas tertentu saat masih tertidur? Kondisi ini dikenal sebagai somnambulism atau sleepwalking (tidur sambil berjalan).

Ini merupakan gangguan tidur yang membuat seseorang bangun dan melakukan aktivitas tanpa sadar saat masih berada dalam fase tidur. Apakah Somnambulism bahaya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

1. Apa Itu Somnambulism?

Dilansir dari Mayo Clinic, somnambulism lebih sering dialami oleh anak-anak dibandingkan orang dewasa. Sebagian besar anak akan berhenti mengalami kondisi ini ketika memasuki usia remaja.

Namun, jika sleepwalking terus terjadi hingga dewasa atau baru muncul saat dewasa, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan tidur atau masalah kesehatan tertentu. Alhasil, harus ada penanganan khusus yang dilakukan

Somnambulism sendiri merupakan salah satu jenis parasomnia, yaitu kelompok gangguan tidur yang ditandai dengan munculnya perilaku tidak normal selama seseorang tidur. Kondisi ini biasanya terjadi saat seseorang berada dalam fase tidur nyenyak atau non-rapid eye movement (NREM), umumnya sekitar 1-2 jam setelah tertidur.

Saat mengalami somnambulism, seseorang dapat terlihat terjaga karena matanya terbuka. Namun, sebenarnya otaknya masih berada dalam kondisi tidur sehingga mereka tidak sepenuhnya sadar terhadap apa yang dilakukan.

2. Gejala Somnambulism

Gejala sleepwalking dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa tanda yang paling umum meliputi bangun dari tempat tidur lalu berjalan, duduk di atas tempat tidur dengan tatapan kosong, sulit diajak berbicara atau tidak merespons saat dipanggil, sulit dibangunkan, bingung selama beberapa menit setelah terbangun, hingga tidak mengingat kejadian tersebut keesokan harinya.

Pada beberapa kasus, penderita juga dapat melakukan aktivitas yang lebih kompleks, seperti berpakaian, makan, berbicara, keluar rumah, hingga mengemudi kendaraan tanpa sadar. Kondisi ini tentu meningkatkan risiko cedera apabila tidak segera ditangani.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya