JAKARTA - Kebiasaan menyimpan minyak goreng, kacang-kacangan, atau bahan sejenisnya di suhu ruang sering dilakukan setiap orang. Padahal, suhu panas bisa bikin bahan-bahan ini cepat teroksidasi, berbau tengik, bahkan berjamur.
Melansir EatingWell, meski tak semua makanan awet butuh masuk kulkas, suhu ruangan yang terus-menerus di atas 27°C bisa mempercepat proses pembusukan. Idealnya, tempat penyimpanan makanan itu harus sejuk, gelap, dan kering dengan suhu sekitar 10–21°C. Suhu panas, kelembapan, dan paparan cahaya bisa memicu reaksi kimia di dalam makanan yang akhirnya merusak rasa serta nilai gizinya.
Pakar keamanan pangan, Wade Syers, juga mengingatkan bahwa untuk makanan yang kemasannya sudah terbuka atau rusak, suhu panas akan mempercepat pertumbuhan bakteri jahat. Supaya tidak cepat basi atau rusak, 5 makanan ini wajib kamu pindahkan ke kulkas, terutama saat cuaca sedang panas.
Makanan tinggi lemak paling gampang rusak kalau kena panas, karena suhu tinggi mempercepat oksidasi lemak yang memicu bau tengik atau rasa aneh. Kalau dapur kamu tidak ber-AC, sebaiknya simpan minyak goreng di kulkas, terutama minyak zaitun, minyak kacang, dan minyak biji-bijian. Kalau nanti minyaknya berubah keruh atau membeku di kulkas, itu wajar. Cukup diamkan di suhu ruang sebentar sebelum dipakai.
Meski biasanya aman di suhu ruang, kacang jenis makadamia, kacang pinus, walnut (kenari), dan pecan punya kandungan lemak yang sangat tinggi. Kacang jenis ini sangat mudah teroksidasi panas sehingga teksturnya jadi tidak enak dan rasanya pahit.
Memasukkannya ke kulkas bisa memperpanjang umur simpannya secara drastis. Kalau mau disimpan untuk waktu yang sangat lama, kamu bisa menaruhnya di freezer.
Selai kacang komersial di pasaran biasanya mengandung zat pengemulsi agar minyak dan kacangnya tidak memisah. Tapi, selai alami (seperti selai kacang tanah, almon, atau biji bunga matahari) tidak pakai bahan tersebut.