Bagi bayi, menangis adalah satu-satunya alat komunikasi utama yang mereka miliki. Ketika mereka menangis karena ingin digendong, itu bukanlah sebuah trik manipulasi, melainkan sebuah kebutuhan dasar.
Banyak dokter anak menegaskan bahwa kebutuhan akan sentuhan dan rasa aman sama pentingnya dengan kebutuhan akan susu atau tidur. Saat mereka menangis, mereka sedang mengomunikasikan rasa cemas atau ketidaknyamanan.
"Bayi secara biologis diprogram untuk mencari kedekatan fisik dengan pengasuhnya, karena membuat mereka merasa aman dari bahaya. Jadi, saat tangisannya berhenti setelah digendong, itu karena sistem saraf mereka telah tenang (teregulasi), bukan karena mereka berhasil memanipulasi Anda," ungkap pakar kesehatan anak.
Anak-anak biasanya baru mulai memahami konsep berbohong ketika mereka memasuki usia balita, tepatnya sekitar usia 2 hingga 3 tahun. Di usia ini, mereka mulai menyadari bahwa informasi bisa disembunyikan.
"Menariknya, saat anak balita mulai berbohong, misalnya berkata 'Bukan aku yang menumpahkan air' padahal bajunya basah, itu sebenarnya adalah tanda positif bahwa perkembangan kognitif dan logikanya berjalan normal," kata psikolog anak.
Tentu saja, kebohongan yang lebih kompleks dan disengaja biasanya baru muncul di usia sekolah dasar.