JAKARTA - Belakangan ini, medis sosial sering menampilkan kabar tentang anak-anak muda, khususnya Gen Z, yang harus menjalani cuci darah akibat gagal ginjal. Padahal, dulu penyakit ini identik sama orang tua atau lansia.
Jangan panik dulu, yuk bedah faktanya berdasarkan lansiran dari Mayo Clinic tentang penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease), dan kenapa ini bisa relate banget sama gaya hidup anak muda zaman sekarang.
Fungsi utama ginjal itu buat menyaring darah, membuang limbah metabolisme, dan mengeluarkan kelebihan cairan jadi urine. Selain itu, ginjal juga punya peran penting buat mengontrol tekanan darah, menjaga keseimbangan garam dan mineral, sampai membantu produksi sel darah merah.
Masalahnya, penyakit ginjal ini sering disebut silent killer. Di tahap awal, penderita tak akan merasakan gejala apa pun. Begitu fungsinya merosot tajam sampai ke stadium lanjut (gagal ginjal), barulah muncul gejala kayak mual, muntah, lemas, sesak napas, hingga penurunan ketajaman mental.
Kalau merujuk pada faktor risiko, pemicu utama kerusakan ginjal adalah diabetes dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Nah, di sinilah benang merahnya dengan tren penyakit pada Gen Z saat ini:
Gagal ginjal stadium akhir itu sifatnya permanen. Kalau sudah sampai sana, pilihannya cuma dua: cuci darah (dialysis) seumur hidup atau transplantasi ginjal. Jadi, mumpung masih muda, yuk lakukan langkah pencegahan ini:
Jadi, jangan tunggu sampai ada gejala baru kita peduli. Yuk, ubah gaya hidup dari sekarang biar ginjal kita tetap slay sampai tua!
(Agustina Wulandari )