Kenapa Banyak Usia Muda Kena Gagal Ginjal?

Agustina Wulandari , Jurnalis
Selasa 07 Juli 2026 17:00 WIB
Ilustrasi gagal ginjal. (Foto: dok Freepik/pch.vector)
Share :

JAKARTA - Belakangan ini, medis sosial sering menampilkan kabar tentang anak-anak muda, khususnya Gen Z, yang harus menjalani cuci darah akibat gagal ginjal. Padahal, dulu penyakit ini identik sama orang tua atau lansia.

Jangan panik dulu, yuk bedah faktanya berdasarkan lansiran dari Mayo Clinic tentang penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease), dan kenapa ini bisa relate banget sama gaya hidup anak muda zaman sekarang.

Organ Ginjal yang Sering Terabaikan

Fungsi utama ginjal itu buat menyaring darah, membuang limbah metabolisme, dan mengeluarkan kelebihan cairan jadi urine. Selain itu, ginjal juga punya peran penting buat mengontrol tekanan darah, menjaga keseimbangan garam dan mineral, sampai membantu produksi sel darah merah.

Masalahnya, penyakit ginjal ini sering disebut silent killer. Di tahap awal, penderita tak akan merasakan gejala apa pun. Begitu fungsinya merosot tajam sampai ke stadium lanjut (gagal ginjal), barulah muncul gejala kayak mual, muntah, lemas, sesak napas, hingga penurunan ketajaman mental.

Kenapa Gen Z Bisa Kena? Yuk, Intip dari Gaya Hidup!

Kalau merujuk pada faktor risiko, pemicu utama kerusakan ginjal adalah diabetes dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Nah, di sinilah benang merahnya dengan tren penyakit pada Gen Z saat ini:

  • Konsumsi Manis dan Asin yang Kebablasan: Tren jajan seperti croissant viral, kopi susu kekinian, sampai camilan asin pedas super gurih yang tinggi natrium (garam) makin menjamur. Konsumsi gula dan garam berlebih secara terus-menerus memicu obesitas, diabetes melitus tipe 2, dan hipertensi di usia muda. Dua penyakit inilah yang pelan-pelan merusak pembuluh darah di ginjal.
  • Kebiasaan Minum Obat Pereda Nyeri Bebas: Sering pusing atau nyeri haid lalu langsung minum obat pereda nyeri (kayak ibuprofen atau jenis NSAID lainnya) tanpa resep dokter? Hati-hati. Penggunaan obat pereda nyeri yang dijual bebas secara berlebihan dan jangka panjang bisa memicu kerusakan fungsi ginjal.
  • Kurang Minum Air Putih dan Kurang Gerak: Lebih milih minum es teh manis daripada air putih, ditambah hobi rebahan sambil scrolling medsos berjam-jam (sedentary lifestyle), bikin beban kerja ginjal makin berat dan metabolisme tubuh memburuk.

Cara Jaga Ginjal Sejak Dini

Gagal ginjal stadium akhir itu sifatnya permanen. Kalau sudah sampai sana, pilihannya cuma dua: cuci darah (dialysis) seumur hidup atau transplantasi ginjal. Jadi, mumpung masih muda, yuk lakukan langkah pencegahan ini:

  • Cek Label Kemasan: Mulai kurangi makanan atau minuman kemasan yang tinggi gula dan natrium.
  • Patuhi Aturan Pakai Obat: Jangan gampang menenggak obat pereda nyeri atau suplemen tanpa pengawasan dokter.
  • Minum Air Putih yang Cukup: Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik setiap hari.
  • Rutin Olahraga: Enggak perlu yang berat, jalan kaki atau bergerak aktif 30 menit sehari sudah sangat membantu menjaga berat badan ideal dan mengontrol tekanan darah.

Jadi, jangan tunggu sampai ada gejala baru kita peduli. Yuk, ubah gaya hidup dari sekarang biar ginjal kita tetap slay sampai tua!

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya