Padahal, asosiasi kesehatan jantung di seluruh dunia, termasuk American Heart Association, menyarankan kita untuk membatasi konsumsi minyak kelapa. Peningkatan kolesterol jahat akibat konsumsi lemak jenuh yang berlebihan dari minyak kelapa bisa memicu penumpukan plak di pembuluh darah.
Ujung-ujungnya, ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Kalau tujuanmu adalah menjaga kesehatan jantung, minyak nabati tak jenuh seperti minyak zaitun tetap menjadi juara bertahan yang jauh lebih disarankan oleh dokter.
Bukan berarti kamu harus memusuhi minyak kelapa sepenuhnya. Minyak kelapa tetap boleh dikonsumsi, asalkan porsinya wajar dan tidak berlebihan. Menggunakannya sesekali untuk menumis masakan agar aromanya lebih sedap tentu tidak masalah.
Intinya, jangan mudah termakan tren yang menjanjikan penurunan berat badan secara kilat. Kunci diet yang sehat tetap kembali pada pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, dan porsi makan yang terkontrol.
(Agustina Wulandari )