Mitos atau Fakta: Benarkah Minyak Kelapa Ampuh Turunkan Berat Badan?

Agustina Wulandari , Jurnalis
Selasa 07 Juli 2026 13:03 WIB
Minyak kelapa. (Foto; dok Freepik/jcomp)
Share :

JAKARTA - Beberapa tahun belakangan ini, minyak kelapa (coconut oil) seolah naik kasta. Dari yang tadinya cuma dipakai untuk menggoreng atau perawatan rambut, tiba-tiba minyak ini dipuja-puja sebagai makanan super (superfood) yang konon ampuh menurunkan berat badan.

Melansir The Standard, banyak orang yang rela mencampurkan minyak kelapa ke dalam kopi pagi mereka atau meminumnya langsung dengan harapan lemak di tubuh cepat luntur. Tapi, tunggu dulu! Benarkah minyak kelapa seajaib itu? Yuk, bongkar tiga mitos utamanya!

1. Minyak Kelapa Ampuh Turunkan Berat Badan Secara Instan

Faktanya, tidak ada yang namanya makanan atau minuman ajaib untuk menurunkan berat badan, termasuk minyak kelapa. Banyak orang percaya mitos ini karena minyak kelapa mengandung MCT (Medium-Chain Triglycerides), yaitu jenis lemak yang katanya lebih cepat dicerna dan diubah menjadi energi, bukan disimpan sebagai lemak tubuh. Masalahnya, minyak kelapa di pasaran mayoritas mengandung asam laurat, yang proses pencernaannya di dalam tubuh tidak secepat MCT murni.

Selain itu, jangan lupa bahwa minyak kelapa adalah lemak murni. Satu sendok makan saja mengandung sekitar 120 kalori. Kalau kamu terus-terusan menambahkannya ke dalam makanan atau minuman tanpa mengurangi asupan kalori dari sumber lain, berat badanmu justru akan naik, bukan turun!

2. Lemak di Minyak Kelapa Jauh Lebih Sehat dari Minyak Lain

Ternyata, minyak kelapa punya kandungan lemak jenuh yang sangat tinggi, lho! Kalau kamu membandingkan minyak kelapa dengan minyak zaitun atau minyak kanola, profil lemaknya sangat berbeda. Sekitar 80 hingga 90 persen kandungan minyak kelapa adalah lemak jenuh. 

Angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan lemak pada mentega atau lemak sapi. Mengonsumsi lemak jenuh terlalu banyak sudah terbukti secara medis dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam darah. Jadi, mengganti semua minyak di dapurmu hanya dengan minyak kelapa justru bisa menjadi bumerang bagi kesehatan jangka panjang.

3. Minyak Kelapa Baik untuk Kesehatan Jantung

Ini adalah salah kaprah yang cukup berbahaya. Karena minyak kelapa sering dipasarkan sebagai produk nabati yang alami, banyak yang mengira minyak ini aman untuk jantung. 

Padahal, asosiasi kesehatan jantung di seluruh dunia, termasuk American Heart Association, menyarankan kita untuk membatasi konsumsi minyak kelapa. Peningkatan kolesterol jahat akibat konsumsi lemak jenuh yang berlebihan dari minyak kelapa bisa memicu penumpukan plak di pembuluh darah.

Ujung-ujungnya, ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Kalau tujuanmu adalah menjaga kesehatan jantung, minyak nabati tak jenuh seperti minyak zaitun tetap menjadi juara bertahan yang jauh lebih disarankan oleh dokter.

Bukan berarti kamu harus memusuhi minyak kelapa sepenuhnya. Minyak kelapa tetap boleh dikonsumsi, asalkan porsinya wajar dan tidak berlebihan. Menggunakannya sesekali untuk menumis masakan agar aromanya lebih sedap tentu tidak masalah.

Intinya, jangan mudah termakan tren yang menjanjikan penurunan berat badan secara kilat. Kunci diet yang sehat tetap kembali pada pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, dan porsi makan yang terkontrol.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya