Bang Sap menjelaskan, dari data tersebut bisa dilihat jika seandainya rata-rata flush mencapai enam sampai delapan kali sehari pada toilet konvensional, maka bisa memakan konsumsi air bersih hingga sekitar 400 liter.
“Kalau satu orang rata-rata flush 6 sampai 8 kali sehari, dalam satu keluarga 4 orang saja sudah lebih dari 400 liter air bersih yang dibuang setiap hari hanya dari toilet,” jelas Bang Sap.
Sementara itu, di Indonesia sendiri, penggunaan air bersih untuk kebutuhan mandi dan toilet masih menjadi yang tertinggi. Jumlah air bersih yang digunakan bisa mencapai 169 liter per orang per hari.
“Di Indonesia, konsumsi air rumah tangga kelas menengah perkotaan mencapai 169 liter per orang per hari, dan penggunaan untuk mandi serta toilet masih menjadi yang tertinggi,” ungkap dia.
Maka dari itu, hal tersebut masih menjadi permasalahan sehingga perlu adanya langkah solutif guna menghemat penggunaan air bersih. Salah satu yang disarankan adalah menggunakan flush toilet secukupnya.
“Lalu, apa yang bisa dilakukan? Sederhana saja. Gunakan flush sesuai kebutuhan, periksa apakah ada kebocoran, dan pertimbangkan toilet dual flas saat renovasi berikutnya,” tutur Bang Sap.
Menurutnya, konservasi air merupakan satu langkah sederhana yang akan memberikan dampak besar bagi keberlangsungan lingkungan.
“Air bersih itu sumber daya yang makin langka, dan toilet konvensional adalah salah satu pemborosan yang paling sering diabaikan. Kalau belum bisa bijak menggunakan flas, pakai gayung aja biar bisa takar secara langsung,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)