GUMPALAN darah sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga kerap diabaikan. Padahal, kondisi ini dapat menghambat aliran darah ke organ-organ vital dan memicu komplikasi serius, seperti serangan jantung, stroke, hingga emboli paru yang berisiko menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.
Karena itu, mengenali faktor risiko, gejala, dan langkah pencegahan menjadi hal penting. Hal tersebut berguna untuk mengurangi dampak fatal akibat gumpalan darah.
Perawat yang sering membagikan edukasi kesehatan di X @afrkml, Rizal menjelaskan, gumpalan darah dapat menyumbat pembuluh darah yang mengalirkan oksigen dan nutrisi ke organ-organ vital. Jika sumbatan terjadi di pembuluh darah otak, maka bisa mengakibatkan stroke.
Sementara jika terjadi di pembuluh darah jantung, maka dapat terjadi serangan jantung.
“Tau gak? Gumpalan darah bisa kebentuk di dalam tubuh dan nyumbat pembuluh darah kita. Kalau nyumbatnya di otak, bisa kena stroke. Kalau di jantung? Ya, serangan jantung,” tulis Rizal.
Rizal juga menjelaskan bahwa gumpalan darah yang terlepas dari lokasi awalnya akan berubah menjadi embolus. Ini berpotensi menyumbat pembuluh darah lain yang ukurannya lebih kecil.
“Kalau sumbatan ini lepas dan keluyuran ke mana-mana, disebut embolus yang berisiko nyumbat pembuluh-pembuluh lain yang lebih kecil,” lanjutnya.
Kondisi ini berbahaya karena pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala. Keluhan baru dirasakan ketika aliran darah mulai terganggu dan jaringan tubuh mengalami kerusakan.
Bahkan, dalam kondisi tertentu, embolus dapat menyebabkan kematian mendadak. Hal ini bisa terjadi jika embolus menyumbat pembuluh darah utama atau pembuluh darah yang menyuplai organ-organ vital.
“Bahkan beberapa kasus kematian mendadak bisa saja terjadi kalau embolus sudah nyumbat pembuluh darah utama atau pembuluh darah yang menyuplai organ vital,” ungkapnya.
Rizal pun membagikan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terbentuknya gumpalan darah. Mulai dari berhenti merokok, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, hingga mencukupi waktu tidur.
Selain itu, Rizal mengingatkan bahwa imobilisasi atau kondisi tubuh yang terlalu lama tidak bergerak juga menjadi salah satu faktor risiko pembentukan gumpalan darah. Dengan begitu, aktivitas fisik juga dinilai penting.
“Semua itu penting banget buat jaga kesehatan pembuluh darah sekaligus nurunin risiko penyakit yang bisa memicu terbentuknya gumpalan darah,” tulisnya.
“Ngaruh tuh sebagai faktor yang bisa ningkatin risiko terbentuknya gumpalan darah. Makanya olahraga yok kak jangan malessss. Jangan kebanyakan diem pokoknya. Kalau memang harus duduk lama, usahain sesekali berdiri atau jalan-jalan bentar,” pungkasnya.
(Djanti Virantika)