“Alamdulillah aku tidak ada tantangan yang berat sampai sekarang, karena aku sudah matang di mindset,” ucapnya.
Menurutnya, tidak ada makanan yang salah dalam proses diet melainkan seseorang itu sendiri yang jahat terhadap dirinya karena tidak bisa mengontrol asupan kalori dalam tubuh.
“Tidak ada makanan yang jahat. Wah aku suka ini Ustaz Fahmi! Yang jahat adalah kitanya. Ketika kita tidak bijak terhadap calorie in, tidak bijak terhadap calorie out, itulah yang menyebabkan obesitas,” tutur Ery.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat dirinya sudah menemukan titik nyaman dalam mengatur kalori yang masuk ke dalam tubuh, disitulah ia menemukan pola makan yang benar untuk dirinya. Sampai akhirnya ia tidak membatasi makanan apapun namun ia menerapkan makanan yang sehat dengan kandungan protein serta gizi yang lengkap.
“Apa aja. Ayam goreng, ayam goreng, tapi nasiku lima suap. Harus ada sayuran. Aku adalah pemegang pahamnya dokter gizi, saya tidak menghindari kalimat-kalimat beliau bahwa yang baik adalah pola menu makan seimbang, ada karbonya, ada proteinnya, ada seratnya,” katanya.
(Agustina Wulandari )