JAKARTA - Pharrell Williams menuai kontroversi jelang peragaan koleksi pria Louis Vuitton Spring/Summer 2027 di Paris. Kreatif Director lini pria Louis Vuitton itu dituding menjiplak desain sneaker legendaris milik Vans setelah kemunculan sepatu terbaru bernama Louis Vuitton Combi yang dianggap memiliki kemiripan mencolok dengan Vans Authentic.
Sejak foto-foto perdana Louis Vuitton Combi beredar di media sosial, perbandingan dengan sneaker ikonik Vans langsung bermunculan. Banyak warganet menilai siluet sepatu, bentuk panel bagian depan, konfigurasi tali, hingga desain sol vulkanisasi terlihat sangat mirip dengan model yang telah menjadi identitas Vans sejak 1966.
Tak sedikit yang kemudian menuding Pharrell melakukan "plagiarisme desain" terhadap Vans. Sejumlah komentar di media sosial mempertanyakan alasan rumah mode mewah seperti Louis Vuitton menghadirkan sneaker yang dinilai terlalu menyerupai sepatu skate klasik tersebut.
Akun resmi Vans bahkan sempat melontarkan sindiran di kolom komentar unggahan Pharrell Williams. Hal itu membuat perdebatan di kalangan penggemar sneaker dan fashion semakin memanas.
"Orang-orang begitu bodoh menyebut dia (Pharrell Williams) sebagai ahli fashion. Padahal yang ia kerjakan hanya meniru dan mencuri," tulis akun @sunoftheebch.
"Jika aku pemilik Vans, aku akan membiarkan mereka merilis sneaker itu selama tiga bulan, lalu menuntut mereka atas dugaan pelanggaran hak cipta," tulis akun @dayday71413.
Meski demikian, tudingan tersebut masih sebatas opini publik. Dalam industri fashion, praktik mengambil inspirasi dari desain arsip, budaya streetwear, maupun siluet klasik bukanlah hal baru. Banyak desainer menghadirkan interpretasi ulang terhadap model-model populer dengan sentuhan material, detail, dan identitas merek yang berbeda.