JAKARTA – Pernah merasa panik di tengah perjalanan karena tiba-tiba ragu apakah kompor sudah dimatikan atau pintu rumah sudah dikunci? Meski sering dikaitkan dengan gejala pikun, kondisi ini ternyata lebih sering disebabkan oleh otak yang kelelahan akibat beban pikiran dan multitasking yang berlebihan.
Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama, menjelaskan bahwa fenomena tersebut umum dialami, terutama oleh orang dewasa yang memiliki banyak tanggung jawab dan aktivitas sehari-hari.
Menurut dr. Aditya, memasuki usia 30-an, otak biasanya harus memproses banyak hal sekaligus, mulai dari pekerjaan, target hidup, kondisi keuangan, keluarga, hingga berbagai notifikasi yang datang tanpa henti. Akibatnya, otak sering bekerja dalam mode autopilot.
“Jadi di usia 30-an, otak biasanya mulai dipenuhi banyak hal sekaligus. Pekerjaan, target hidup, keuangan, keluarga, hubungan, anak, notifikasi non-stop, dan multitasking setiap hari. Jadi bawaannya capek. Akhirnya apa? Otak ini sering bekerja dalam mode autopilot,” kata dr. Aditya.
Ia mencontohkan, seseorang bisa saja mematikan kompor sambil memikirkan rapat, mencabut setrika sambil membalas pesan, atau mengunci pintu sambil terburu-buru. Karena perhatian terpecah, otak gagal merekam aktivitas tersebut dengan baik sehingga muncul keraguan setelahnya.