Ia menjelaskan bahwa manfaat tersebut muncul karena olahraga memicu berbagai adaptasi positif dalam tubuh. Tidak hanya pada otot, tetapi juga pada jantung, sistem peredaran darah, metabolisme, hingga kemampuan tubuh dalam mengelola stres.
“Ketika kita melatih otot fisik, terjadi perubahan adaptif di tubuh manusia. Mulai dari otot, jantung, peredaran darah, sistem metabolisme, hingga manajemen stres yang lebih terkontrol. Itu yang membuat imunitas orang yang rajin olahraga cenderung lebih baik dibandingkan orang yang kurang aktif bergerak,” jelasnya.
Menurut dr. Tirta, pemahaman mengenai hubungan antara aktivitas fisik dan sistem imun juga membuat banyak tenaga kesehatan kini menganjurkan pasien untuk rutin berolahraga sebagai bagian dari pola hidup sehat.
“Kalau dulu pasien datang ke dokter biasanya hanya disarankan istirahat, makan yang cukup, dan minum obat. Sekarang ditambah dengan olahraga teratur karena ada kaitan yang kuat antara latihan fisik dan sistem imun yang lebih stabil,” ujarnya.
Meski demikian, dr. Tirta menegaskan bahwa olahraga bukan berarti membuat seseorang kebal terhadap penyakit. Orang yang rutin berolahraga tetap bisa terkena infeksi, termasuk demam berdarah atau penyakit lainnya. Namun, tubuh umumnya mampu memberikan respons yang lebih terkendali.