Ketika hal tersebut terjadi, seseorang cenderung membutuhkan rangsangan yang lebih kuat atau durasi yang lebih lama untuk mendapatkan tingkat kepuasan yang sama. Kondisi inilah yang sering dikaitkan dengan perilaku adiktif.
Prof. Zulys juga mengungkapkan bahwa sejumlah penelitian menemukan adanya perubahan pada bagian otak yang berperan dalam kontrol diri dan regulasi emosi, yaitu prefrontal cortex, pada individu yang mengalami kecanduan pornografi.
“Penelitian dari Max Planck Institute di Jerman menemukan bahwa semakin tinggi konsumsi pornografi, semakin lemah konektivitas antara pusat penghargaan (reward center) dan pusat kontrol diri di otak. Sederhananya, dorongan untuk mencari kesenangan menjadi lebih kuat, sementara kemampuan mengendalikan diri justru melemah,” katanya.
Dampaknya, aktivitas yang membutuhkan konsentrasi dan usaha jangka panjang bisa terasa lebih berat dibandingkan sebelumnya.
“Akibatnya, belajar terasa membosankan, menghafal pelajaran terasa berat, hubungan sosial terasa hambar, dan hidup makin dikuasai kesenangan instan,” tambahnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)