“Kemudian juga jantung kita ini bisa berdetak dengan teratur karena apa? Karena ada sistem channel garam, ion-ion natrium, kalium di dalam sel-sel di jantung kita,” jelas Prof. Zulys.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa konsumsi garam harus tetap dalam jumlah yang seimbang. Kadar garam dalam tubuh tidak boleh terlalu sedikit maupun berlebihan.
Menurutnya, konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi. Sebaliknya, kekurangan garam juga dapat mengganggu fungsi tubuh.
“Kalau kekurangan garam, kerja jantung dan saraf kita bisa menjadi tidak normal,” ungkapnya.
“Kelebihan garam tidak bagus juga akan menyebabkan hipertensi, tapi kekurangan garam ini juga menyebabkan bahaya yang menyebabkan kerja jantung, kerja saraf kita akan menjadi tidak normal. Oleh karena itu, kita cukupkan makan garam seadanya,” pungkas dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)