“Olahraga membentuk postur yang baik, baik untuk pertumbuhan otak dan mengurangi inflamasi kronis. Inflamasi menghambat pertumbuhan yang optimal, termasuk pertumbuhan wajah. Tubuh jadi sibuk menyembuhkan penyakit dan menurunkan inflamasi, sehingga nutrisi untuk perkembangan jadi berkurang,” ucapnya.
Terlalu banyak asupan yang mengandung inflamasi bisa memicu berbagai penyakit, alergi dan hidung tersumbat, sehingga bisa berujung mouth breathing. Mouth breathing sendiri adalah kondisi di mana seseorang bernapas melalui mulut, jika sudah kronis nantinya akan berdampak pada kesehatan mulut, gangguan tidur, hingga long face syndrome.
Vitamin D mengurangi inflamasi di tubuh dan kurangnya vitamin D saat masa pertumbuhan bikin mineralisasi tulang nggak optimal, sehingga perkembangan anak kurang maksimal. Dokter Clarin mengatakan, hal ini akan berdampak pada Maxilla dan Mandibula.
“Jika Maxilla dan Mandibula tidak berkembang, maka akan membuat wajah kelihatan lebih datar, gigi berantakan, dan cenderung menuju long face syndrome,” ucapnya. Vitamin D bisa didapat dari sinar matahari, suplemen, dan makan-makanan yang tinggi vitamin D.
Ternyata, bentuk wajah dan badan yang ideal tak hanya datang dari genetik, tetapi bisa dilakukan lewat kebiasaan-kebiasaan kecil sehari-hari, yakni dengan asupan yang baik serta aktivitas fisik yang cukup. Mulai kebiasaan ini dari kecil, karena tumbuh kembang anak diawali sejak muda.
(Agustina Wulandari )