Menurut penjelasan dr. Rendra, ibu hamil sebenarnya tidak dilarang mengonsumsi daging kambing. Justru, daging merah merupakan sumber penting protein dan zat besi yang sangat dibutuhkan selama kehamilan untuk mendukung pembentukan sel darah merah dan perkembangan janin.
Yang menjadi perhatian utama bukan jenis dagingnya, melainkan cara pengolahannya. Makanan yang setengah matang atau tidak matang sempurna berisiko membawa bakteri atau parasit yang dapat membahayakan ibu hamil dan janin.
Oleh karena itu, konsumsi sate kambing atau daging kambing tetap diperbolehkan selama dimasak hingga matang sempurna dan dalam porsi yang wajar. Kebutuhan zat besi pada ibu hamil juga cenderung lebih tinggi dibandingkan kondisi normal. Hal ini membuat asupan daging merah, termasuk kambing, dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat jika dikonsumsi secara seimbang.
“Ibu hamil kan sangat butuh nutrisi, protein yang mana itu banyak didapat dari daging merah. Yang berbahaya untuk ibu hamil itu pengolahannya. Jadi yang setengah matang, apalagi yang enggak matang itu sangat dihindari ibu hamil. Risiko kesehatannya meningkat,” jelas dr. Rendra.
“Lagi-lagi kalau bicara takaran yang ideal bervariasi untuk setiap orang. Untuk ibu hamil sebenarnya sedikit lebih tinggi karena kebutuhan zat besi lebih tinggi,” tutupnya.
(Djanti Virantika)