JAKARTA - Kamu pernah mengalami haid tak teratur? Haid yang berkepanjangan hingga berminggu-minggu, atau bahkan jadwal datangnya tak tentu. Pasti kamu merasa ada yang salah dengan tubuhmu. Sebelum menerka, kamu bisa kenali penyebabnya lebih dulu.
Sebagian besar wanita mengalami menstruasi yang berlangsung selama empat hingga tujuh hari. Dilansir dari Cleveland Clinic, menstruasi biasanya terjadi setiap 28 hari, tetapi siklus menstruasi normal dapat berkisar antara 21 hingga 35 hari. Faktanya, rata-rata panjang siklus adalah 29 hari.
Namun, beberapa perempuan kerap mengalami siklus haid yang tak normal. Banyak hal yang dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur (atau siklus menstruasi tidak teratur), seperti perubahan kadar hormon, stres, kondisi kesehatan tertentu, serta obat-obatan.
Kamu perlu waspada dengan kondisi haid yang tak teratur. Sebab, ada penyakit yang mengintai jika kamu mengabaikannya.
Masalah kesehatan ini terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di luar rahim. Jaringan tersebut sering menempel pada ovarium atau saluran tuba. Endometriosis dapat menyebabkan perdarahan abnormal, kram, atau nyeri hebat sebelum dan selama haid.
Penyakit radang panggul atau Pelvic Inflammatory Disease (PID) adalah infeksi bakteri yang menyerang sistem reproduksi wanita. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS) yang tidak diobati.
Bakteri masuk ke dalam vagina dan menyebar ke rahim serta saluran genital bagian atas. Gejala PID meliputi keputihan yang banyak dengan bau tidak sedap, menstruasi tidak teratur, dan nyeri panggul.
Ovarium memproduksi jumlah besar androgen, sejenis hormon. Hormon ini mencegah atau menunda ovulasi, menyebabkan menstruasi tidak teratur. Penderita PMOS bisa mengalami haid yang tak teratur atau bahkan tak menstruasi sama sekali.
Kondisi ini terjadi pada wanita di bawah usia 40 tahun yang ovariumnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya, menyebabkan menstruasi terlewat atau tidak teratur. Kondisi ini bisa terjadi selama pengobatan kanker dengan kemoterapi dan radiasi. Kemungkinan juga terjadi jika penderita memiliki kondisi autoimun tertentu.
Hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif), hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif), dan gangguan kelenjar tiroid atau hipofisis lainnya memengaruhi hormon. Hal ini menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur.
(Agustina Wulandari )