JAKARTA - Cara menyimpan daging kurban agar tidak cepat rusak. Saat Hari Raya Idul Adha, banyak orang menerima daging kurban dalam jumlah cukup banyak sehingga memilih menyimpannya di kulkas untuk stok beberapa hari ke depan. Namun, penyimpanan yang kurang tepat dapat membuat daging cepat rusak dan meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.
Mengutip laman Healthline, daging merah maupun unggas mentah berpotensi mengandung bakteri dan virus penyebab keracunan makanan. Beberapa mikroorganisme yang sering ditemukan di antaranya Salmonella, Listeria, Campylobacter, E. coli, hingga virus norovirus dan hepatitis A.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) bahkan tidak menganjurkan mencuci daging mentah sebelum disimpan. Alasannya, percikan air dari proses pencucian bisa menyebarkan bakteri ke permukaan dapur, peralatan masak, maupun bahan makanan lain di sekitarnya.
Meski demikian, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tertentu dapat membantu mengurangi jumlah bakteri pada permukaan daging. Misalnya dengan merendam atau menyemprot daging menggunakan larutan asam seperti cuka dan air lemon.
Selain membantu mengurangi bakteri, larutan asam juga dipercaya dapat membuat tekstur daging lebih empuk dan menambah cita rasa.
Meski demikian, langkah paling efektif untuk membunuh bakteri dan virus pada daging tetap dengan memasaknya hingga matang sempurna.
Agar daging kurban tetap aman dan tahan lebih lama saat disimpan di kulkas, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan: