JAKARTA - Sebanyak enam dari 10 warga yang mengikuti program skrining kesehatan gratis di Kota Cirebon terdeteksi memiliki risiko tinggi penyakit tidak menular. Temuan tersebut menjadi alarm penting mengenai rendahnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi kesehatan sejak dini.
Program Cek Kesehatan Gratis pemerintah sendiri baru menjangkau 21 persen target masyarakat di Kota Cirebon sepanjang 2025. Melalui Dharma Dexa, Dexa Group mendukung program prioritas Kementerian Kesehatan tersebut dengan menghadirkan program Cek Segitiga untuk pertama kalinya di kota itu.
Sebanyak 582 warga mengikuti skrining tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara gratis di Stadion Bima. Hasil pemeriksaan menunjukkan 62,7 persen peserta masuk kategori berisiko tinggi terkena penyakit tidak menular.
Rinciannya, sebanyak 40,5 persen peserta mengalami hipertensi, 31,6 persen memiliki kadar kolesterol tinggi, dan 14,1 persen terindikasi diabetes. Mayoritas peserta berasal dari kelompok usia 41 hingga 60 tahun.
Dokter Umum RS Mitra Plumbon Cirebon, dr. Ruhil S, mengatakan temuan tersebut sejalan dengan kondisi yang kerap ditemui di rumah sakit.
“Di rumah sakit kami cukup sering menemukan pasien yang sebelumnya tidak mengetahui memiliki hipertensi atau diabetes, tetapi sudah datang dengan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, atau gangguan ginjal. Karena itu, skrining kesehatan menjadi penting untuk deteksi dini,” ujarnya.
Ia menambahkan, pola makan masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang memicu tingginya risiko penyakit tersebut.