Gejala TBC Bisa Dilihat dari Warna Dahak, Ini Penjelasan Menkes

Niko Prayoga , Jurnalis
Minggu 24 Mei 2026 17:07 WIB
Ilustrasi gejala TBC. (Foto: dok Freepik/benzoix)
Share :

JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan pemaparan dan edukasi terkait gejala penyakit Tuberculosis (TBC) yang bisa dilihat dari warna dahak saat penderita mengalami gejala awal berupa batuk terus menerus selama dua Minggu. 

Edukasi tersebut dipaparkan Budi mengingat Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah penderita Tuberculosis (TBC) kedua terbanyak di dunia. Melansir dari lama kemenkes.go.id, ada sekitar satu juta kasus TBC setiap tahunnya dan setiap satu menit ada dua orang yang terinfeksi TBC bahkan ada satu orang meninggal dunia setiap empat menit karena penyakit tersebut. 

Dalam video yang diunggah di akun Instagramnya, Budi menjelaskan bahwa ada tiga warna dahak saat seseorang mengalami batuk, yaitu warna putih atau bening, warna kuning atau kehijauan, serta warna merah. Dahak berwarna merah itu yang menjadi indikator bahwa seseorang terkena TBC.

“Kalau itu bening dan cair mungkin itu ludah atau alergi. Kalau warnanya agak kuning atau kehijau-hijauan dan baunya khas kental, itu artinya ada infeksi. Yang paling bahaya adalah kalau sudah ada darahnya, ini kemungkinan Anda terkena TB,” kata Budi, dikutip Sabtu (23/5/2026).

Ia menyarankan agar masyarakat bisa segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat saat mengalami batuk dengan dahak berwarna merah. Di sisi lain, ia juga mengimbau jika gejala itu terjadi, masyarakat tidak boleh membuang dahak sembarangan guna meminimalisir adanya penularan TBC.

“Kalau batuknya sudah seperti ini atau seperti ini segera datang ke Puskesmas. Satu lagi yang paling penting, buang dahaknya jangan sembarangan di pinggir jalan tapi selalu di tempat sampah. Ingat ya, kuman TB hanya mati karena sinar matahari langsung,” ucap dia.

Sebelumnya, Budi juga mengungkapkan bahwa ada beberapa gejala TBC yang harus diketahui masyarakat selain dari warna dahak. Gejala tersebut adalah batuk secara terus menerus selama lebih dari dua minggu, berat badan menurun tanpa melakukan diet, selalu berkeringat meski suhu ruangan dingin, badan terasa lemas dan nafsu makan yang hilang. 

“Kenali lima tandanya. Satu, batuknya produktif atau terus-menerus lebih dari dua minggu, dua berat badan kita turun tapi nggak diet, (tiga) padahal kita pakai AC pun malam-malam keringetan. Empat, badannya lemas terus, kelima nafsu makannya hilang,” kata Budi.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas saat mengalami berbagai gejala di atas. Hal itu dilakukan agar penyakit tersebut bisa diobati sedari dini.

“Kalau kamu atau keluarga kamu mengalami hal-hal seperti ini selama dua minggu atau lebih, jangan tunggu, langsung ke puskesmas sudah ada cek kesehatan gratis. TB itu bukan kutukan, ini hanya infeksi bakteri saja dan bakteri itu bisa diobati oleh obat-obat ini. Asal diminum sampai tuntas sampai habis,” tuturnya.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya