“Multiple Sclerosis ini kadang-kadang agak mirip dengan kondisi gangguan small vessel yang merupakan bagian dari stroke,” katanya.
“Nah itu kita bisa bedakan dengan lebih baik karena lesi-lesinya jelas berbeda antara stroke biasa dengan Multiple Sclerosis,” ucapnya.
Selain Multiple Sclerosis, MRI juga dapat membantu mendeteksi berbagai gangguan neurologi lain seperti epilepsi, infeksi pada otak, hingga kelainan tulang belakang. Tak hanya di bidang saraf, MRI juga banyak digunakan pada kasus ortopedi untuk melihat kondisi sendi, ligamen, tendon, otot, hingga tulang rawan secara detail.
Ia pun menjelaskan bahwa kini hasil pencitraan MRI dengan teknologi baru seperti MRI 3.0 Tesla sangat membantu dokter menentukan diagnosis pasien, karena selain hasil pemindaiannya yang cepat, hasil pencitraan MRI ini juga lebih presisi.
(Agustina Wulandari )