Prioritaskan pengeluaran yang sifatnya wajib dan tidak bisa ditunda. Misalnya cicilan utang, uang sekolah anak, pembayaran listrik, air, hingga kebutuhan pokok rumah tangga.
Menurut Andy, kebutuhan utama harus menjadi prioritas pertama sebelum mengalokasikan dana untuk kebutuhan lainnya.
3. Susun Skala Prioritas Belanja
Setelah kebutuhan wajib terpenuhi, ibu rumah tangga perlu memilah kebutuhan penting yang masih bisa disesuaikan jumlahnya, seperti susu anak, pampers, kosmetik, makan harian, hingga biaya transportasi.
Dengan membuat skala prioritas, pengeluaran bisa lebih terkontrol dan tidak mudah membengkak.
4. Cari Alternatif Produk yang Lebih Murah