JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpotensi membuat harga berbagai kebutuhan rumah tangga ikut naik. Produk seperti susu anak, pampers, kosmetik, hingga kebutuhan harian lain yang masih bergantung pada impor bisa menjadi lebih mahal.
Di tengah kondisi tersebut, para ibu perlu lebih cermat dalam mengatur keuangan keluarga agar pengeluaran tetap terkendali meski harga barang naik. Perencana keuangan, Andy Nugroho, membagikan sejumlah tips yang bisa diterapkan.
1. Perketat Budgeting Bulanan
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memperketat pengaturan anggaran rumah tangga. Sebab ketika harga kebutuhan naik sementara penghasilan tetap, keluarga harus lebih disiplin mengontrol pengeluaran.
“Ketika harga barang naik sementara penghasilan tidak naik, otomatis kita harus lebih kencang lagi melakukan budgeting,” ujar Andy.
2. Dahulukan Kebutuhan Wajib