“Durasi liburan yang paling optimal adalah 1–2 minggu. Frekuensi terbaik adalah 3–4 kali per tahun,” tulisnya lagi.
Menurut Adam, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa liburan singkat namun rutin justru lebih efektif dibandingkan hanya mengambil liburan panjang sekali dalam setahun.
“Jadi bukan soal ‘liburan panjang sekali setahun’, tapi liburan lebih sering dalam durasi yang pas yang justru paling baik buat mental,” lanjutnya.
Untuk itu, dr. Adam mengingatkan masyarakat agar mulai meluangkan waktu untuk beristirahat dan berlibur. Ia juga mengimbau agar tidak menunggu hingga mengalami stres berat atau burnout untuk mengambil jeda dari rutinitas.
“Mulai sekarang, jangan nunggu stres atau burnout dulu untuk rehat sejenak,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)