JAKARTA - Penyakit jantung yang selama ini identik dengan usia lanjut kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia muda, termasuk generasi Z. Gaya hidup modern hingga kebiasaan sehari-hari disebut menjadi pemicu utama meningkatnya kasus tersebut.
Dokter sekaligus edukator kesehatan, Adam Prabata, menyoroti tren meningkatnya kasus penyakit jantung pada usia muda di Indonesia. Lewat unggahan di akun X @AdamPrabata, dr. Adam mengungkap rata-rata usia diagnosis pertama penyakit jantung di Indonesia kini semakin muda dalam satu dekade terakhir.
Dari yang semula 48,5 tahun pada 2013 menjadi 43,2 tahun pada 2023.
“Rata-rata usia diagnosis pertama penyakit jantung di Indonesia makin muda, dari 48,5 tahun pada 2013 menjadi 43,2 tahun pada 2023,” tulis Adam.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan semakin banyak anak muda yang mengalami serangan jantung. Padahal dahulu penyakit ini identik dengan kelompok usia lanjut.
Dr. Adam menjelaskan faktor genetik memang memiliki pengaruh besar. Lebih dari 60 persen pasien serangan jantung usia muda diketahui memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa.
“Kalau ada anggota keluarga laki-laki yang kena serangan jantung sebelum usia 45 tahun, atau perempuan sebelum 55 tahun, maka risikonya secara signifikan lebih tinggi,” jelasnya.
Namun, dr. Adam menilai gaya hidup modern juga menjadi faktor utama yang memicu peningkatan kasus penyakit jantung pada generasi muda. Misalnya kebiasaan kurang bergerak, sering begadang, konsumsi makanan ultra-proses, hingga merokok.
“Kombinasi kecanggihan teknologi dan kehidupan perkotaan cenderung memicu kebiasaan malas gerak,” tulisnya.
Selain itu, dr. Adam juga mencontohkan pola hidup seperti terlalu sering menggunakan layanan pesan antar makanan, bekerja dari rumah tanpa aktivitas fisik yang cukup, hingga kebiasaan scrolling media sosial sampai larut malam turut berdampak pada kesehatan jantung.
“Jantung kita yang menanggung akumulasi pilihan-pilihan ini diam-diam selama bertahun-tahun,” lanjutnya.
Obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi juga disebut menjadi faktor risiko yang kini banyak ditemukan pada kelompok usia muda. Karena itu, dr. Adam mengingatkan masyarakat untuk mulai mengubah persepsi bahwa penyakit jantung hanya menyerang orang tua.
“Kalau kalian masih muda dan merasa ‘jantung itu penyakit orang tua’, maka saatnya mengubah persepsi tersebut karena data bilang sebaliknya,” ujarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, serta mulai memperbaiki pola hidup sejak dini.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)