Setelah berhasil menyelamatkan pasien tersebut, dr. Gia mengaku mulai memikirkan kondisi kesehatannya sendiri. Ia khawatir suatu hari mengalami kondisi serupa tanpa ada yang bisa menolongnya.
“Langsung dalam hati, ini berikutnya saya atau gimana gitu loh, umurnya sama, tanggal lahirnya sama. Terus saya mikir, apakah nanti ketika saya kalau sampai serangan jantung ada yang bisa nolongin saya? Saya juga enggak tahu kan, sekitar saya lagi ada siapa gitu. Wah, enggak bisa nih,” kata dr. Gia.
Motivasi tersebut membuatnya mulai menjalani pola hidup sehat. Ia pun berhasil menurunkan berat badan bersama sang istri setelah menikah.
“Sebelum nikah tuh emang gemuk, habis itu yang dinikahi istriku yang cantik itu, yang gemuk itu. Jadi kita glowing bersama,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)