Kisah masa kecil mereka juga penuh tantangan. Ibu mereka melahirkan di usia 19 tahun di Nottingham pada 1976, dengan latar belakang kehidupan yang tidak mudah. "Dia telah mengalami pelecehan di tangan ayah tirinya," kata Michelle. "Ibu saya keluar masuk panti asuhan dan rumah anak-anak sepanjang masa kecilnya."
Sejak kecil, mereka hanya mengetahui sosok ayah bernama James, yang tidak pernah hadir dalam hidup mereka. "Dia tidak ada dalam hidup kami," lanjut Michelle. Bahkan, ibu mereka pun jarang berada bersama mereka. Saat berusia lima tahun, mereka ditinggalkan untuk tinggal bersama seorang perempuan yang mereka panggil "nenek". "Nenek itu tegas—tidak terlalu emosional, tidak terlalu penyayang. Satu-satunya yang selalu ada adalah Michelle," kata Lavinia.
Ikatan keduanya semakin kuat karena hanya mereka yang saling bergantung. "Hanya dia dan saya melawan dunia," ujar Michelle.
Ketika beranjak remaja, mereka sempat kembali bertemu dengan sosok James. Lavinia merasa memiliki kemiripan dengannya, tetapi Michelle selalu meragukannya. Kecurigaan itu semakin kuat saat ia melihat foto James di kemudian hari. "Saya hanya berpikir, kau bahkan tidak mirip dengan saya," kata Michelle. "Jadi saya membeli alat tes DNA."
Hasil tes DNA Michelle keluar pada 14 Februari 2022, bertepatan dengan hari meninggalnya ibu mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa James bukan ayahnya. Setelah menelusuri lebih lanjut, Michelle menemukan bahwa ayah biologisnya adalah Alex, seorang pria yang memiliki hubungan dengan ibu mereka di masa lalu.
Michelle kemudian mencoba menjalin hubungan dengan keluarga barunya, termasuk seorang perempuan bernama Olivine yang diyakini sebagai sepupunya. Ia merasa memiliki keterikatan emosional yang kuat. "Saya langsung tahu dia darah daging saya," katanya.