JAKARTA - Dua perempuan kembar asal Inggris, Michelle dan Lavinia Osbourne, memiliki hubungan yang sangat dekat sejak kecil. Namun, sebuah hasil tes DNA yang diterima Lavinia pada September 2022 mengubah segalanya. Ia mengaku diliputi rasa cemas saat membuka email tersebut. "Mungkin secara bawah sadar saya tahu," katanya.
Hasil tes itu mengungkap fakta tak terduga: meski lahir dari ibu yang sama dan hanya terpaut beberapa menit, Michelle dan Lavinia ternyata memiliki ayah yang berbeda. Keduanya merupakan kembar non-identik yang terjadi melalui proses langka bernama heteropaternal superfecundation.
Kondisi ini memungkinkan seorang perempuan menghasilkan lebih dari satu sel telur dalam satu siklus, lalu masing-masing dibuahi oleh pria yang berbeda. Kasus seperti ini sangat jarang terjadi, dengan hanya sekitar 20 kasus yang pernah tercatat di dunia.
Setelah menelusuri kisah mereka dalam program BBC Radio 4: "The Gift", diketahui bahwa Michelle dan Lavinia menjadi satu-satunya pasangan kembar dengan ayah berbeda yang terdokumentasi di Inggris.
Temuan ini sangat mengguncang Lavinia. Sejak kecil, ia dan Michelle tumbuh dalam kondisi keluarga yang tidak stabil, berpindah-pindah tempat tinggal dan pengasuh. Bagi Lavinia, satu-satunya kepastian dalam hidupnya adalah saudara kembarnya. "Dia adalah satu-satunya hal yang menjadi milik saya, satu-satunya hal yang saya pastikan, satu-satunya hal yang saya yakini," kata Lavinia. "Dan kemudian dia bukan lagi milik saya."
Berbeda dengan Lavinia, Michelle mengaku tidak terlalu terkejut saat mengetahui fakta tersebut. "Saya tidak terkejut," kata Michelle. "Saya masih takjub bahwa ini benar-benar bisa terjadi ini sangat aneh, sangat ganjil, sangat langka tetapi masuk akal."