Kasus Kekerasan di Daycare Bikin Resah, Ini Bahasa Tubuh Anak yang Jadi Alarm Dini Orangtua

Djanti Virantika, Jurnalis
Kamis 30 April 2026 12:10 WIB
Kekerasan di daycare tengah marak terjadi. (Foto: Freepik)
Share :

DALAM beberapa kasus penganiayaan anak di daycare yang sempat mencuat ke publik, muncul keprihatinan mendalam tentang bagaimana kondisi anak bisa terdeteksi sejak dini. Anak-anak, terutama yang belum mampu berbicara, tidak dapat menjelaskan secara langsung apa yang mereka alami.

Karena itu, perubahan perilaku seperti menjadi lebih mudah menangis, tampak takut, enggan berada di tempat tertentu, atau perubahan ekspresi yang tiba-tiba, sering kali menjadi satu-satunya bahasa yang mereka gunakan untuk memberi sinyal adanya sesuatu yang tidak beres.

Kondisi ini menegaskan pentingnya kepekaan orangtua dalam membaca tanda-tanda kecil yang bisa menjadi indikator adanya perlakuan yang tidak semestinya di lingkungan pengasuhan. Apa saja tanda-tanda itu?

1. Heboh Kasus Penganiayaan dan Penelantaran di Daycare

Kasus penganiayaan dan penelantaran anak di daycare di Yogyakarta dan Aceh yang terjadi baru-baru ini menyita perhatian netizen. Warganet dibuat geram lantaran sejumlah korban, yakni balita, diperlakukan tak manusiawi oleh tempat penitipan anak ini.

 

2. Tanda Membaca Ada Perlakuan Tidak Semestinya terhadap Anak

Psikolog anak remaja dan keluarga, Sani Budiantini Hermawan, S.Psi, Psi, dalam program Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone, mengungkap tanda-tanda lain yang bisa dibaca orangtua terhadap anak yang mungkin mengalami hal-hal tak menyenangkan saat dititip di daycare. Tak melulu diungkapkan lewat kata-kata, hal itu juga bisa terlihat dari gesture tubuh atau perilaku sang anak.

Menurut Sani, perubahan kecil pada perilaku anak, seperti menjadi lebih rewel, mudah menangis, terlihat takut, atau enggan berangkat ke daycare bisa jadi sinyal ada hal tak menyenangkan yang terjadi. Dengan begitu, orangtua harus tajam dalam mengobservasi kebiasaan sang anak.

“Jadi memang komunikasi yang diperlukan ya sehingga kita bisa tahu apa yang sedang terjadi. Tapi ketika anak belum bisa ngomong nih, gimana? Nah makanya biasanya reaksinya ada perbedaan, biasanya jadi lebih mudah nangis, tiba-tiba enggak mau ke tempat itu, atau bisa jadi tidak lebih ceria,” ujar Sani dalam wawancara di program Morning Zone.

“Itu bahasa-bahasa tubuh seperti itu salah satu massage yang orangtua bisa tangkap dari yang diekspresikan pada anak,” lanjutnya.

“Makanya saya sering kali sampaikan bahwa ketika anak belum bisa bicara, orangtua harus tajam dalam obeservasi. Ini di sini agak sulit kalau mau menggali sementara anaknya baru bisa owek-owek misalnya. Jadi kita yang memang harus observes secara tajam ekspresi atau body gesture apa yang muncul pada anak,” tutupnya.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya