Namun, frekuensi saja tidak cukup untuk menilai kondisi kesehatan. Ada faktor lain yang juga penting, seperti jumlah urine yang keluar setiap kali buang air kecil, warna urine, hingga apakah disertai keluhan tertentu.
Misalnya, jika seseorang sering buang air kecil tetapi volumenya sedikit-sedikit, hal ini bisa menunjukkan kondisi yang berbeda dan memerlukan evaluasi lebih mendalam. Oleh karena itu, memahami pola buang air kecil secara menyeluruh menjadi kunci untuk mengetahui apakah kondisi tersebut masih dalam batas wajar atau perlu penanganan lebih lanjut.
“Walaupun keluarnya sedikit. Nah itu nanti lain lagi. Kenapa kok saya sering tapi keluarnya dikit-dikit. Jadi agak kompleks memang,” ujar dr. Yudhistira.
“Makanya kalau kita mau melihat masalah. Kencing itu enggak sebatas dia berapa kali pipis. Tapi setiap pipis dia keluarnya berapa, warnanya seperti apa. Itu pengaruh juga,” tutupnya.
(Djanti Virantika)