Saran Gilang Dirga soal Usulan Menteri PPPA Pindah Gerbong Perempuan ke Tengah Usai Tragedi di Bekasi Timur

Niko Prayoga , Jurnalis
Rabu 29 April 2026 17:05 WIB
Gilang Dirga beri saran soal usulan pemindahan gerbong perempuan. (Foto: Instagram/@gilangdirga)
Share :

JAKARTA – Artis sekaligus kader Partai Demokrat, Gilang Dirga, tanggapi komentar terhadap usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, terkait usulannya memindahkan gerbong khusus perempuan ke bagian tengah. Usulan ini muncul usai tragedi tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Mendapati hal ini, Gilang Dirga turut memberikan saran soal pemindahan gerbong perempuan. Menurutnya, pihak KAI tentunya memiliki usul yang lebih solutif, seperti memperbaiki sistem sensor dan komunikasi.

1. Sayangkan Usulan Menteri PPPA

Gilang melayangkan komentarnya melalui unggahan terbaru di akun instagramnya @gilangdirga pada Selasa, 28 April 2026. Dalam unggahan tersebut ia menampilkan latar berwarna hitam dengan tulisan “Menteri PPPA” berwarna putih yang mengisyaratkan bahwa sorotan tengah diberikan kepada menteri tersebut.

Sementara itu, kritik yang lugas disampaikan Gilang dalam takarir (caption) unggahan. Ia mengawali komentarnya dengan ungkapan duka cita atas tragedi tabrakan kereta KA Argo Bromo relasi Gambir - Pasar Turi dan KRL Kampung Bandan - Cikarang di Stasisun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 kemarin.

“Saya berduka dengan kejadian yang menimpa saudara kita di Bekasi Timur,” ungkap Gilang, dikutip Rabu (29/4/2026).

Selanjutnya, ia langsung menuliskan bahwa dirinya akan memberikan saran kepada Menteri PPPA yang menurut dirinya tidak sesuai ekspektasi secara kualitas sebagai seorang menteri.

“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada keluarga korban, ijinkan saya memberikan saran untuk menteri PPPA @arifah.fauzi yang kualitasnya ternyata tidak sesuai ekspektasi saya,” ucap dia.

Apalagi, bagi Gilang opini dari Menteri PPPA menunjukan seolah laki-laki tidak berharga dan patut berkorban dengan dipindah ke gerbong belakang agar perempuan tidak terluka jika peristiwa serupa terjadi kembali.

“Statement anda yang mengusulkan bahwa gerbang perempuan akan pindah ketengah sementara laki-laki diujung menurut saya sangat tidak mencerminkan seseorang yang berdiri di garda terdepan untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Seolah- olah dimata anda laki-laki tidak berharga,” tutur Gilang.

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dengan opini tersebut maka Menteri PPPA telah menyinggung berbagai pihak. Diantaranya adalah kaum laki-laki yang seolah harus menjadi korban dalam sebuah tragedi.

“Laki-laki. yang anda anggap tidak berharga karena statement tersebut seolah mengatakan ‘laki-laki tidak apa- apa jadi korban, yang penting perempuan aman’,” tambah dia.

Di sisi lain, ia menilai anggapan seperti itu justru juga menyinggung perempuan karena menganggap perempuan adalah makhluk yang lemah dan tidak sesuai dengan emansipasi wanita yang selama ini sering digaungkan.

“Perempuan. yang selama ini berjuang untuk terciptanya emansipasi wanita. seolah anda mengatakan perempuan lebih lemah maka harus dilindungi. padahal saya kenal dengan banyak perempuan hebat yang mampu untuk berjuang demi keluarganya,” beber Gilang.

Tidak sampai di situ, ia juga menilai bahwa opini Menteri PPPA menyinggung pihak KAI yang tentunya memiliki cara lebih solutif daripada sekedar memindahkan gerbong. Terlebih keluarga korban yang tentunya tidak ingin hal serupa terjadi kembali baik itu kepada keluarga laki-laki maupun perempuan mereka.

“Pihak KAI yang tentunya mungkin memiliki usul yang lebih solutif dibandingkan statement anda. seperti memperbaiki sistem sensor dan komunikasi. Keluarga korban yang tentunya tidak ingin agar hal tersebut terulang kembali kepada siapapun maupun laki-laki ataupun perempuan,” ujar dia.

Ia juga menyoroti kepercayaan Presiden Prabowo Subianto yang telah menjadikannya menteri dan seharusnya bisa secara bijak menuangi bidang yang dipegang yaitu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Presiden @prabowo. Yang telah menjadikan anda menteri yang beliau yakini mampu menjadi seorang "ibu" dengan cara menjadikan anda menteri yang dianggap layak mewakili departemen yang anda naungi,” pungkas dia.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya