Pekerja Waspada! Kemenkes Ungkap Demam Berdarah Dengue Bisa Terjadi di Tempat Kerja

Annastasya Rizqa, Jurnalis
Jum'at 24 April 2026 15:10 WIB
Pekerja Waspada! Kemenkes Ungkap Demam Berdarah Dengue Bisa Terjadi di Tempat Kerja (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Demam Berdarah Dengue (DBD) sering kali identik dengan lingkungan rumah atau permukiman padat. Padahal, risiko penularan penyakit yang disebabkan virus dengue ini juga dapat terjadi di tempat kerja. Kantor, pabrik, hingga area proyek memiliki potensi menjadi lokasi berkembangnya nyamuk Aedes aegypti jika tidak dikelola dengan baik.

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat, hingga 14 April 2026, terdapat 30.465 kasus infeksi dengue di Indonesia dengan incidence rate (IR) sebesar 10,6 per 100.000 penduduk. Pada periode yang sama, tercatat 79 kematian dengan case fatality rate (CFR) sebesar 0,3%.

Berdasarkan klasifikasi klinis, kasus dengue terdiri atas 10.138 kasus Demam Dengue (DD), 19.877 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), dan 450 kasus Dengue Shock Syndrome (DSS).

“Kita menyumbang 17 persen kematian akibat demam dengue secara global. Indonesia juga berada di posisi kedua angka kematiannya secara global setelah Brasil,” ujar Prima Yosephine, Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dalam acara SIAP Lawan Dengue di Jakarta Selatan.

Di sisi lain, sebuah studi pada pekerja kantoran di Indonesia menunjukkan masih adanya keraguan dalam penerimaan upaya perlindungan melalui vaksinasi dengue, dengan faktor biaya sebagai salah satu pertimbangan utama.

Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan pemahaman, kepercayaan, serta akses terhadap berbagai upaya pencegahan, guna memperkuat perlindungan pekerja dan kesiapsiagaan nasional terhadap dengue.

Prima Yosephine juga menegaskan bahwa demam dengue masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada kelompok usia produktif dan di lingkungan kerja. Pencegahan perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari edukasi, pengendalian vektor, hingga kolaborasi lintas sektor.

“Saat ini, Kementerian Kesehatan juga tengah menyiapkan tindak lanjut dari Strategi Nasional Penanggulangan Dengue (STRANAS) ke dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) sebagai langkah penguatan implementasi ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, menyebut tempat kerja memiliki potensi menjadi lokasi risiko penularan dengue apabila tidak dikelola secara optimal. Karena itu, diperlukan langkah yang sistematis dan terintegrasi dari pihak perusahaan.

Untuk itu, penerapan higiene dan sanitasi di lingkungan kerja menjadi hal yang penting.

“Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan kerja. Karena itu, kesiapsiagaan perlu diwujudkan melalui langkah nyata yang konsisten, bukan hanya kesadaran,” tuturnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya