JAKARTA — Minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Australia menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan Consumer Demand Project 2025 dari Tourism Australia, lebih dari separuh wisatawan Indonesia mempertimbangkan Australia sebagai destinasi dalam empat tahun ke depan. Data ini menunjukkan adanya potensi pertumbuhan kunjungan yang cukup signifikan.
Salah satu tren yang mulai berkembang adalah sportcation, yakni konsep perjalanan yang menggabungkan aktivitas olahraga dengan liburan. Tren ini mencerminkan perubahan preferensi wisatawan yang kini tidak hanya mencari rekreasi, tetapi juga pengalaman yang lebih aktif dan beragam.
“Kami melihat tren ini melalui meningkatnya sportcations, di mana semakin banyak wisatawan Indonesia yang ingin menggabungkan kecintaan mereka terhadap olahraga dengan pengalaman liburan berkualitas tinggi,” papar Jennifer Doig, Regional General Manager Tourism Australia untuk Asia Selatan dan Tenggara.
Selain itu, kebutuhan akan perjalanan yang ramah keluarga serta layanan wisata yang sesuai dengan preferensi tertentu, termasuk wisata ramah Muslim, juga semakin diperhatikan oleh pelaku industri. Hal ini menunjukkan bahwa pasar wisata semakin beragam dan menuntut penyesuaian layanan yang lebih inklusif.
Minat wisatawan Indonesia melancong ke Australia juga terlihat dari berbagai inisiatif industri pariwisata yang berupaya menangkap peluang tersebut, termasuk melalui penyelenggaraan pameran perjalanan yang mempertemukan pelaku industri dengan calon wisatawan. Salah satunya adalah BCA Australia Travel Fair 2026 yang berlangsung pada 23–26 April 2026 di Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan maskapai penerbangan, agen perjalanan, serta konsultan wisata untuk memberikan informasi terkait perencanaan perjalanan ke Australia.