JAKARTA – Tren menikah sederhana di Kantor Urusan Agama (KUA) kini semakin diminati kalangan Gen Z. Konsep ini dianggap lebih praktis di tengah biaya resepsi pernikahan yang kian mahal.
Meski begitu, tren tersebut masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat, terutama yang memegang teguh tradisi resepsi sebagai bagian penting dari budaya pernikahan.
Namun di Jawa Barat, konsep pernikahan sederhana justru mendapat dukungan pemerintah. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan rencana untuk mendorong Gen Z menikah secara sederhana di KUA, terutama bagi mereka yang belum memiliki kesiapan finansial.
Dalam pidatonya di acara Dies Natalis UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Rabu (8/4/2026), ia menyarankan agar pasangan muda tidak memaksakan diri menggelar pesta besar.
“Pagi-pagi datang ke KUA, akad, sore sudah pulang, besoknya sudah dagang lagi,” ujarnya.