"Bambang main bola dan ditemukanlah memar di lutut, dan hari kedua muncul di seluruh badan lebih banyak lagi memarnya. Tanpa demam, tanpa perubahan perilaku, tanpa sakit," ungkap Meisya.
Sebagai seorang ibu, Meisya Siregar berusaha tegar dan mengambil hikmah di balik musibah ini.
Menurutnya, kejadian ini sebagai pengingat dari Tuhan agar ia dan suami lebih baik lagi dalam menjaga sang anak.
"Doain, semoga ini hanya akut yang nggak dibawa Bambang seumur hidupnya. Masih ada pengobatan lanjutan, sampai nilai trombosit Bambang stabil terus," tutupnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)