JAKARTA - Teh manis merupakan salah satu minuman yang sudah melekat di masyarakat Indonesia. Minuman tersebut sudah seperti minuman wajib setiap hari, apalagi kenikmatannya lebih terasa jika diminum setelah makan atau saat cuaca panas dengan paduan es batu yang dingin.
Namun, sebaiknya Anda tidak terlalu sering mengonsumsi teh. Pakar sekaligus influencer kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama, dalam unggahan videonya di Instagram menjelaskan bahwa terlalu sering minum teh setiap waktu bisa berbahaya bagi tubuh.
Sebab, teh sendiri memiliki zat yang bernama tanin dan polifenol yang bisa mengikat kandungan zat besi dari makanan yang kita cerna. Hal tersebut bisa terjadi pada siapa pun, baik anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang tua.
“Bukan hanya anak-anak, dewasa, remaja pun bisa kena. Jadi, teh itu mengandung senyawa alami yang bernama tanin dan polifenol. Zat ini bisa mengikat zat besi dari makanan di saluran cerna,” kata dr. Aditya dalam unggahan video di akun Instagramnya.
Ia menjelaskan bahwa memang ada studi yang menunjukkan, jika kita terlalu sering minum teh, zat besi dalam tubuh bisa menurun 50 hingga 70 persen yang akhirnya membuat gizi dari makanan tidak terserap secara optimal oleh tubuh.
“Ada penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi teh saat atau segera setelah makan ini dapat menurunkan penyerapan zat besi hingga 50 sampai 70 persen yang artinya makanan ini sudah masuk, tapi gizinya tidak diserap secara optimal,” ucap dia.
Dampak buruknya bagi tubuh adalah terjadinya defisiensi zat besi ringan yang sering kali tidak disadari. Gejalanya di antaranya adalah cepat lelah, sulit fokus, bahkan gampang sakit hingga membuat produktivitas menurun.
“Nah, kalau kebiasaan ini dilakukan secara terus-menerus, risikonya adalah defisiensi zat besi ringan yang sering tidak disadari di mana gejalanya ini sering dianggap sepele, seperti cepat lelah, sulit fokus, gampang pusing, gampang sakit, dan produktivitasnya itu akhirnya menurun,” jelas dr. Aditya.
Selain itu, meminum teh manis setelah makan bisa memicu lonjakan gula darah sebanyak dua kali lipat. “Dan jika ini menjadi kebiasaan jangka panjang, berkontribusi pada resistensi insulin dan risiko diabetes tipe 2 serta berdampak pada kesehatan gigi,” tutur dia.
Lebih lanjut, ia menyarankan agar memberi jeda waktu antara mengonsumsi makanan dengan minum teh sekitar satu sampai dua jam. “Kalau ingin minum teh, beri jeda dulu minimal 1 sampai 2 jam setelah makan. Dan untuk minuman yang tepat setelah makan disarankan minuman yang netral, yaitu air putih,” pungkas dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)