Untuk mendukung kariernya, sang ayah memodifikasi mobil reli bekas Suzuki Swift khusus untuk Shao, dengan biaya yang tidak sedikit. Total pengeluaran keluarga untuk modifikasi dan operasional bahkan disebut mencapai ratusan ribu yuan.
Kini, selain aktif balapan, Shao juga dikenal sebagai influencer dengan jutaan pengikut di media sosial. Ia bahkan baru saja memenangkan ajang reli nasional dan disebut sebagai pemenang termuda di dunia.
Meski sempat menuai pro dan kontra terkait usianya, sang ayah menegaskan bahwa semua aktivitas dilakukan secara legal dan hanya di lintasan khusus, bukan di jalan umum.
Dengan bakat dan latihan sejak dini, Shao Ziyan kini bercita-cita menjadi juara dunia reli pertama dari Tiongkok sebuah mimpi besar yang mulai terlihat nyata.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)