Mengenal Glaukoma: Gejala, Faktor Risiko, hingga Jenis-jenisnya

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Rabu 11 Maret 2026 13:21 WIB
Mengenal Glaukoma: Gejala, Faktor Risiko, hingga Jenis-jenisnya (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTAGlaukoma merupakan penyakit mata yang menyerang saraf optik secara progresif dan dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan permanen. Kerusakan saraf optik pada kondisi ini sering kali dipicu oleh meningkatnya tekanan di dalam bola mata.

Pada kondisi normal, tekanan bola mata berada pada kisaran 10–21 mmHg. Namun ketika tekanan tersebut meningkat atau saraf optik menjadi lebih rentan, kerusakan dapat terjadi secara perlahan. Dampaknya, lapang pandang penderita akan semakin menyempit hingga pada tahap lanjut berpotensi menyebabkan kehilangan penglihatan secara permanen.

Penyakit ini dapat dialami siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada individu berusia di atas 40 tahun. Secara global, glaukoma menjadi salah satu penyebab utama kebutaan setelah Katarak.

Banyak Kasus Tidak Terdeteksi

Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan glaukoma adalah sifat penyakit yang sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Akibatnya, banyak penderita baru mengetahui kondisi tersebut ketika kerusakan penglihatan sudah cukup berat.

Data yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah melalui PubMed oleh peneliti Tham Y.C. dan tim menunjukkan jumlah penderita glaukoma di dunia mencapai sekitar 76 juta orang pada tahun 2020. Angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi sekitar 111,8 juta pada tahun 2040 seiring bertambahnya populasi dan meningkatnya usia harapan hidup.

Di Indonesia sendiri, menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2023, prevalensi glaukoma mencapai sekitar 0,46 persen atau sekitar 4–5 orang dari setiap 1.000 penduduk.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya