“Di sini tadi ada ayam geprek, ada sate, ada sate Padang, ada cendol, ada siomay, macam-macam,” ucapnya.
Selain dari segi kuliner, kenyamanan ibadah dengan suasana masjid yang sejuk dan tertata rapi juga menjadi alasan Reta memilih Masjid Cut Meutia sebagai lokasi ngabuburit, berburu takjil, sekaligus beribadah di bulan Ramadan.
“Tempatnya nyaman, masjidnya di dalam juga nyaman, nyaman sekali untuk kita salat khusyuk. Besok anak-anak juga tidak sekolah, kita juga tidak kerja, jadi bisa sampai malam di masjid,” tuturnya, saat diwawancarai Sabtu (28/2/2026).
Ia berharap bazar Ramadan seperti di Masjid Cut Meutia dapat diselenggarakan juga di masjid-masjid lainnya di Jakarta agar masyarakat semakin mudah menikmati suasana berbuka bersama.
“Bisa memaksimalkan bazar-bazar yang diselenggarakan di masjid-masjid lain, kulineran yang ada di sekitar. Itu sudah bagus sih,” pungkasnya.
(Rani Hardjanti)