JAKARTA — Pelindungan diri bagi wisatawan diperlukan agar perjalanan wisata lebih nyaman. Pelindungan diri bagi wisatawan mencakup jaminan keamanan fisik, harta benda, dan hukum selama berwisata, yang kini semakin diperkuat dengan integrasi asuransi kecelakaan dalam tiket masuk di banyak destinasi. Wisatawan wajib proaktif memahami risiko, mematuhi rambu keselamatan, dan mempertimbangkan asuransi perjalanan mandiri untuk cakupan yang lebih luas.
Sebanyak 20 biro perjalanan wisata di wilayah Jawa Tengah menggandeng PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) untuk memberikan pelindungan bagi para wisatawan. Kerja sama ini berfokus pada pemanfaatan produk Asuransi Kecelakaan Diri (Personal Accident) dan Travel Insurance guna memberikan pelindungan bagi wisatawan serta pelaku usaha perjalanan.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis Askrindo dalam menangkap peluang pertumbuhan sektor pariwisata Jawa Tengah yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kunjungan wisatawan sepanjang 2025 mencapai sekitar 53 juta orang, dengan sektor pariwisata mencatat pertumbuhan tertinggi Pendapatan Domestik Regional Bruto sebesar 11,79 persen hingga triwulan III 2025.
Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, menyampaikan bahwa sinergi dengan biro perjalanan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.
“Pariwisata Jawa Tengah punya potensi besar untuk terus tumbuh dan mendorong ekonomi daerah. Karena itu, lewat kolaborasi dengan biro travel, Askrindo ingin ikut mendukung perkembangan pariwisata Jawa Tengah dengan menghadirkan pelindungan asuransi, sehingga wisatawan bisa merasa lebih aman dan pelaku usaha pariwisata semakin percaya diri dalam mengembangkan layanannya,” ujar Budhi.
Branch Manager Class I Askrindo Semarang, Gami Aji Libraga, menambahkan bahwa melalui kerja sama ini, Askrindo menyediakan solusi pelindungan risiko perjalanan wisata, termasuk pelindungan kecelakaan diri dan biaya medis selama perjalanan. Dengan demikian, pelaku industri pariwisata dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat kepercayaan wisatawan.
Kerja sama antara Askrindo dan biro perjalanan wisata ini diharapkan dapat mendorong peningkatan standar layanan industri pariwisata, di mana pelindungan asuransi menjadi bagian dari paket perjalanan yang ditawarkan kepada wisatawan. Dengan demikian, biro travel tidak hanya menyediakan pengalaman perjalanan, tetapi juga jaminan keamanan dan mitigasi risiko selama perjalanan.
Budhi menegaskan bahwa Askrindo akan terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata untuk meningkatkan pelindungan bagi wisatawan sekaligus mendukung pertumbuhan sektor tersebut.
“Kami ingin pelindungan asuransi menjadi standar dalam setiap perjalanan wisata, sehingga industri pariwisata dapat tumbuh lebih aman, berkelanjutan, dan tepercaya,” tutup Budhi.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)