Menanggapi kondisi tersebut, FGD merekomendasikan perlunya regulasi yang secara tegas mengatur pembatasan penggunaan serta pengendalian peredaran vape maupun dinitrogen oksida agar tidak disalahgunakan di luar peruntukannya. Pengawasan lintas sektor, mulai dari proses produksi, distribusi, hingga konsumsi, perlu diperkuat, disertai edukasi yang masif dan berkelanjutan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan risiko kesehatan dari penyalahgunaan gas tersebut.
Penekanan dan rekomendasi hasil FGD tersebut menegaskan pentingnya langkah komprehensif dan terintegrasi dalam menghadapi dinamika penyalahgunaan zat yang terus berkembang.
Penguatan regulasi tidak hanya diarahkan pada aspek pembatasan peredaran, tetapi juga pada pengetatan mekanisme pengawasan, peningkatan kapasitas deteksi, serta harmonisasi kebijakan antarkementerian dan lembaga agar tidak terjadi celah regulatif yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku penyalahgunaan.
Forum juga menekankan urgensi pendekatan berbasis bukti ilmiah (evidence-based policy) dalam setiap perumusan kebijakan, termasuk melalui riset berkelanjutan dan pengujian laboratorium terhadap produk yang beredar di masyarakat. Di sisi lain, strategi pencegahan dinilai harus diperkuat melalui edukasi publik yang masif, khususnya kepada generasi muda, guna meningkatkan literasi mengenai risiko kesehatan dan konsekuensi hukum dari penyalahgunaan vape maupun dinitrogen oksida.
Melalui rekomendasi tersebut, BNN bersama para pemangku kepentingan menegaskan komitmen untuk membangun sistem pengendalian yang adaptif, responsif terhadap perkembangan modus baru, serta berorientasi pada perlindungan masyarakat dan penyelamatan generasi bangsa dari ancaman penyalahgunaan zat adiktif.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)