BNN Ingatkan Bahaya Vape untuk Remaja Bisa Merusak Saraf

Annastasya Rizqa, Jurnalis
Jum'at 20 Februari 2026 15:22 WIB
BNN Ingatkan Bahaya Vape untuk Remaja Bisa Merusak Saraf (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) merumuskan sejumlah rekomendasi strategis dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang Pengaturan Rokok Elektrik (Vape) dan Pembatasan Penggunaan Dinitrogen Oksida atau Whip Pink pada Rabu (18/2) di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur. Dalam kegiatan ini, BNN mengungkap bahaya rokok elektrik lantaran adaptifnya pola penyalahgunaan zat adiktif di tengah perkembangan teknologi dan gaya hidup masyarakat.

Dalam pembahasan rokok elektrik dari perspektif kesehatan, para narasumber yang berasal dari BNN, Kementerian Kesehatan, BRIN, dan BPOM menyampaikan pandangan bahwa rokok elektrik atau vape tidak dapat dipandang sebagai produk yang sepenuhnya aman. Cairan e-liquid diketahui mengandung nikotin serta berbagai zat kimia lain yang bersifat toksik dan berpotensi karsinogenik.

Paparan zat tersebut melalui proses inhalasi dinilai dapat berdampak buruk terhadap sistem pernapasan dan saraf, terutama pada kelompok usia remaja yang masih berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan.

Selain menimbulkan risiko kesehatan, penyalahgunaan cairan rokok elektrik juga telah menjadi persoalan serius dari perspektif hukum. Sejumlah kasus yang berhasil diungkap aparat penegak hukum menunjukkan bahwa perangkat dan cairan vape kerap dimodifikasi atau dicampur dengan narkotika maupun zat psikoaktif baru (New Psychoactive Substances/NPS) untuk mendapatkan efek yang serupa dengan penyalahgunaan narkoba pada umumnya.

Sementara itu, terkait dinitrogen oksida atau “Whip Pink”, forum mencatat bahwa gas tersebut masih memiliki kegunaan legal di bidang medis dan industri tertentu, termasuk industri pangan. Namun, dalam praktiknya ditemukan penyalahgunaan untuk tujuan rekreasional, khususnya di kalangan usia muda. Penyalahgunaan ini berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius, seperti hipoksia, gangguan neurologis akibat terganggunya metabolisme, hingga risiko komplikasi lainnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya