Moms Jangan Salah! Anak Aktif Justru Tanda Tumbuh Kembang Normal

Mei Sada Sirait, Jurnalis
Kamis 12 Februari 2026 16:46 WIB
Moms Jangan Salah! Anak Aktif Justru Tanda Tumbuh Kembang Normal (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Tumbuh kembang setiap anak pasti berbeda-beda. Tentunya, hal ini juga menjadi momen yang tak ingin dilewatkan para orang tua, apalagi orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik.

Namun, sering kali orang tua justru overprotektif pada anak yang sedang aktif-aktifnya saat masa tumbuh kembang. Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, Prof. Rini Sekartini, mengingatkan orang tua agar tidak terlalu overprotektif dalam mendampingi anak, terutama pada usia satu hingga dua tahun yang merupakan fase eksplorasi aktif.

Menurut Prof. Rini, anak yang terlihat sangat aktif justru merupakan hal yang normal dan tidak bisa langsung dilabeli sebagai hiperaktif.

“Anak aktif itu wajar, bahkan memang harus aktif. Tidak ada istilah hiperaktif pada anak di bawah usia tiga tahun. Kalau anak justru tidak aktif, itu yang perlu dipertanyakan,” jelas Prof. Rini, Kamis (12/2/2024).

Ia menjelaskan, pada rentang usia satu hingga dua tahun, anak secara alami akan banyak bergerak, memanjat, mencoba berjalan, berlari, hingga naik tangga. Aktivitas itu justru merupakan bagian penting dari perkembangan motorik kasar dalam tumbuh kembang anak.

“Motorik kasar itu melibatkan otot, tulang, dan keseimbangan. Jadi, memang anak tidak boleh jauh dari aktivitas bergerak. Memanjat boleh, belajar naik tangga boleh, tetapi orang tua tetap menemani di belakang, menjaga, bukan terus melarang,” ujarnya.

Jangan Batasi Anak

Prof. Rini juga mengimbau para orang tua untuk tidak terlalu sering melontarkan kata “jangan” kepada anak. Ia menilai, orang tua sangat wajar untuk berhati-hati dalam menjaga anak, namun bukan berarti banyak melarang eksplorasi.

“Coba dihitung berapa kali bilang ‘jangan’ ke anak dalam sehari. Boleh hati-hati, tetapi jangan terlalu banyak melarang. Pengasuhan yang alamiah itu justru mengikuti anak, bukan mengekang,” katanya.

Prof. Rini menjelaskan, pola asuh yang terlalu protektif justru dapat menghambat proses belajar alami anak. Ia menegaskan, eksplorasi anak dapat dilakukan di dalam hingga luar ruangan dengan pengawasan yang wajar.

“Dulu anak-anak bisa tumbuh baik karena diasuh secara natural. Sekarang jangan terlalu takut kotor atau takut jatuh, tetapi tetap aman,” tutupnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya