Tanda-Tanda Anak Depresi, Jangan Sampai Kecolongan, Moms!

Annastasya Rizqa, Jurnalis
Sabtu 07 Februari 2026 11:59 WIB
Tanda-Tanda Anak Depresi, Jangan Sampai Kecolongan, Moms! (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Viral kasus bocah berusia 10 tahun asal Nusa Tenggara Timur yang meninggal dunia menjadi duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Siswa sekolah dasar tersebut tutup usia setelah mengalami tekanan emosional berat akibat kondisi keluarga yang tidak mampu membelikan alat tulis sekolah.

Peristiwa ini menjadi sorotan bagi masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih memahami depresi pada anak. Depresi tidak hanya dialami oleh orang dewasa. Anak-anak pun bisa mengalami tekanan emosional yang mendalam, meski sering kali tidak disadari oleh orang-orang di sekitarnya.

Banyak orang tua menganggap perubahan sikap anak sebagai hal yang wajar dan sekadar fase tumbuh kembang, kelelahan, atau kenakalan biasa. Padahal, di balik sikap diam, mudah marah, atau menarik diri, bisa tersimpan perasaan sedih, takut, dan putus asa yang sulit diungkapkan oleh anak.

Berbeda dengan orang dewasa, anak belum memiliki kemampuan untuk memahami dan menamai emosi yang mereka rasakan. Mereka juga kerap tidak tahu bagaimana cara meminta pertolongan. Akibatnya, kondisi depresi pada anak sering muncul dalam bentuk perubahan perilaku, kebiasaan, atau keluhan fisik yang terlihat sepele.

Jika tidak dikenali sejak dini, depresi dapat memengaruhi perkembangan emosi, hubungan sosial, hingga prestasi akademik anak dalam jangka panjang.

Karena itu, penting bagi orang tua, guru, dan orang dewasa terdekat untuk lebih peka dan hadir secara emosional. Mengenali tanda-tanda depresi bukan berarti memberi label negatif pada anak, melainkan sebagai langkah awal untuk memberikan dukungan, rasa aman, dan bantuan yang mereka butuhkan.

Berikut ini lima cara yang dapat membantu orang tua mengenali tanda anak mungkin sedang mengalami depresi:

Tanda Anak Depresi

1. Perubahan Emosi yang Drastis dan Berkepanjangan

Pertama, adanya perubahan emosi yang drastis pada anak. Anak yang mengalami depresi cenderung terlihat lebih sering sedih, murung, mudah menangis, atau cepat marah tanpa sebab yang jelas. Jika perubahan emosi ini berlangsung lebih dari dua minggu dan tidak membaik, hal tersebut patut diperhatikan.

2. Kehilangan Minat pada Hal yang Dulu Disukai

Anak bisa kehilangan minat dan hobi saat mengalami depresi. Perhatikan jika anak mulai tidak tertarik pada aktivitas yang sebelumnya ia sukai, seperti bermain, menggambar, berolahraga, atau bertemu teman. Anak mungkin terlihat lebih sering menyendiri dan enggan berinteraksi.

3. Perubahan Pola Tidur dan Makan

Depresi dapat memengaruhi kebiasaan sehari-hari. Anak bisa mengalami kesulitan tidur, sering terbangun di malam hari, atau justru tidur berlebihan. Selain itu, nafsu makan bisa menurun drastis atau malah meningkat secara tidak biasa.

4. Penurunan Prestasi dan Masalah di Sekolah

Anak yang mengalami depresi sering mengalami kesulitan berkonsentrasi sehingga prestasi akademiknya menurun. Guru mungkin melaporkan anak terlihat tidak fokus, sering melamun, atau menarik diri dari kegiatan kelas.

5. Keluhan Fisik Tanpa Penyebab yang Jelas

Selain perubahan perilaku, depresi pada anak juga dapat ditandai dengan berbagai keluhan fisik tanpa penyebab medis yang jelas. Sakit kepala, sakit perut, atau rasa lelah yang sering muncul bisa menjadi cara anak mengekspresikan tekanan emosional yang dialaminya.

Kalau mau, aku bisa bantu menyesuaikan gaya penulisan agar lebih ramah parenting, memperkuat angle edukasi, atau merapikan agar lebih aman untuk pembaca keluarga dan media digital.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya