Ikan Teri vs Sarden, Mana yang Lebih Sehat?

Mei Sada Sirait, Jurnalis
Jum'at 06 Februari 2026 07:26 WIB
Ikan Teri vs Sarden, Mana yang Lebih Sehat? (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Ikan teri dan sarden adalah dua jenis ikan kecil berminyak yang sering dikonsumsi, baik dalam bentuk segar maupun kalengan. Kedua jenis ikan ini dikenal sebagai sumber nutrisi penting, seperti protein, asam lemak omega-3, dan selenium, serta menjadi bahan yang murah dan serbaguna dalam memasak. Meskipun keduanya memiliki kesamaan, ada beberapa perbedaan dalam kandungan nutrisi dan karakteristik rasa yang dapat mempengaruhi pilihan tergantung pada kebutuhan diet Anda.

Nutrisi yang Terkandung dalam Ikan Teri dan Sarden

Ikan Teri:

Zat Besi & Seng (Zinc): Ikan teri lebih kaya akan zat besi dan seng, yang keduanya sangat penting untuk produksi energi, metabolisme tubuh, dan pembentukan sel darah merah. Zat besi membantu tubuh untuk mengangkut oksigen, sedangkan seng mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh dan penyembuhan luka.

Magnesium & Vitamin B3: Ikan teri juga mengandung magnesium yang baik untuk kesehatan otot dan saraf serta vitamin B3 (niasin) yang berperan dalam metabolisme energi dan kesehatan kulit.

Sarden:

Vitamin B12 & Vitamin D: Sarden memiliki kandungan vitamin B12 yang lebih tinggi, yang penting untuk pembentukan sel darah merah dan menjaga fungsi saraf. Selain itu, sarden juga mengandung vitamin D yang mendukung kesehatan tulang dengan membantu tubuh menyerap kalsium.

Kalsium & Fosfor: Sarden juga kaya akan kalsium dan fosfor yang penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Fosfor juga berperan dalam pembentukan energi dalam tubuh dan mendukung fungsi ginjal.

Kebutuhan Nutrisi Pribadi

Keduanya memiliki keunggulannya masing-masing, sehingga pemilihan antara ikan teri atau sarden bisa disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi pribadi Anda:

Jika Anda membutuhkan lebih banyak zat besi atau seng, ikan teri adalah pilihan yang lebih baik, karena kedua nutrisi tersebut berperan penting dalam mendukung sistem metabolik dan produksi sel darah merah.

Jika Anda membutuhkan lebih banyak kalsium, vitamin D, atau vitamin B12, sarden bisa menjadi pilihan yang lebih tepat, terutama bagi mereka yang peduli dengan kesehatan tulang dan sistem saraf.

Rasa dan Penggunaan dalam Masakan

Selain perbedaan nutrisi, ikan teri dan sarden juga memiliki perbedaan dalam hal rasa dan cara penggunaannya dalam masakan:

Sarden: Memiliki rasa yang lebih lembut dan lebih mudah dipadukan dalam berbagai hidangan seperti salad, sandwich, atau lauk utama. Rasanya yang tidak terlalu kuat membuat sarden sangat fleksibel dalam berbagai resep.

Ikan Teri: Memiliki rasa yang lebih kuat, terutama jika diawetkan dengan garam atau minyak. Ikan teri biasanya digunakan dalam jumlah kecil untuk memberikan dimensi rasa pada masakan, seperti dalam sambal teri atau sebagai topping nasi uduk. Karena rasa yang tajam ini, ikan teri lebih cocok digunakan sebagai tambahan rasa, bukan sebagai bahan utama.

Perhatian pada Kandungan Garam

Meskipun ikan teri menawarkan banyak manfaat nutrisi, perlu diingat bahwa ikan teri yang diawetkan dengan garam cenderung memiliki kandungan sodium yang lebih tinggi dibandingkan sarden. Hal ini dapat menjadi perhatian bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi atau masalah ginjal. Karena tingginya kandungan garam, disarankan untuk mengonsumsi ikan teri dalam jumlah yang lebih terbatas.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya