JAKARTA – Saat mendengar kata skincare, tentu yang terlintas di pikiran adalah produk fungsional untuk kesehatan kulit atau kecantikan yang digunakan dengan cara dioleskan langsung ke permukaan kulit.
Selama ini, masyarakat mengenal skincare dalam bentuk krim, serum, atau toner yang dikemas dalam botol-botol serta berbahan dasar campuran kimiawi. Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, produk-produk kecantikan tersebut juga berbahan dasar dari alam.
Lalu, mengapa kita mengandalkan skincare kemasan jika alam sebenarnya telah menyediakan nutrisi terbaik bagi kulit secara langsung melalui apa yang kita konsumsi.
Seperti sayuran dan buah-buahan yang tidak perlu melalui proses pabrikasi rumit dan tentunya lebih ekonomis serta menyehatkan. Nutrisi tersebut bisa bekerja dari dalam tubuh untuk memancarkan kesehatan kulit di luar.
Konsep inilah yang dipaparkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Alih-alih memoleskan produk kimia atau skincare yang paling mahal, Menkes justru mengajak masyarakat untuk mulai menggunakan skincare yang bisa dimakan melalui pola makan sehat.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram-nya, Budi membagikan rahasia kulit sehatnya yang tetap tampak segar meski sudah memasuki usia 62 tahun. Sambil menunjukkan sepiring menu sarapan sehat ala dirinya, Budi menjelaskan bahwa isi piring tersebut adalah bentuk nyata dari “skincare” yang bisa dimakan.
“Makan skincare? Usia saya tahun ini 62 tahun. Nah, kulit saya masih lumayan glowing kan?” kata Budi dalam unggahan videonya, dikutip Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa setiap komponen dalam piring sarapan ala dirinya memiliki fungsi yang setara dengan produk kecantikan kelas atas. Seperti wortel yang berperan sebagai natural retinol untuk regenerasi kulit, serta brokoli yang berfungsi sebagai natural vitamin C dan serum untuk mencerahkan.
“Piring sarapan sehat saya yang viral ini selain bisa bikin singset, ini juga bisa jadi makan skincare. Wortel natural retinol. Brokoli natural vitamin C serum,” ungkap dia.
Selain itu, ada telur yang dikenal sebagai collagen builder untuk menjaga kekenyalan kulit, labu siam yang bekerja layaknya hydrating toner dan soothing untuk melembapkan dan menenangkan kulit, serta jagung yang mengandung zeaxanthin yang baik untuk perlindungan kulit (anti-aging).
“Nah, telur ini adalah collagen builder. Nah, labu siam hydrating toner dan soothing. Jagung ada zeaxanthin. Cocok buat orang kaya saya,” tambah Budi.
Budi menegaskan bahwa pola makan tersebut tidak hanya bertujuan untuk estetika semata, tetapi juga untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh. Dengan mengonsumsi nutrisi langsung dari alam, masyarakat bisa mendapatkan manfaat ganda.
“Yuk, bareng-bareng saya makan skincare. Bukan hanya bikin sehat, kemudian badan jadi singset, kulit juga jadi glowing,” pungkas dia.
Edukasi ini diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat bahwa kulit yang cantik tidak selalu harus mahal, melainkan bisa dimulai dari meja makan dengan mengandalkan kekayaan alam yang ada di sekitar kita. Mengapa kita harus mahal-mahal membeli produk kecantikan jika alam sudah menyediakan semuanya untuk kita.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)