Jika hal itu terjadi, maka pengguna akan merasakan sensasi "fly" atau kegembiraan berlebih. Ia menyebut, para penyalahguna sebenarnya adalah hasil dari terhambatnya reseptor saraf tertentu dan pelepasan hormon dopamin.
Selain itu, gas ini masuk ke susunan saraf pusat dengan sangat cepat karena sifatnya yang tidak terikat oleh hemoglobin, berbeda dengan oksigen yang secara alami berikatan dengan darah.
"Dia cepat masuk ke susunan saraf pusat, ke otak, dan menghambat reseptor yang namanya NMDA. Itu yang bikin rasa sakit berkurang, ada rasa disosiasi, jadi happy dan ringan kayak fly. Selain itu, dia men-trigger pengeluaran dopamin," tutur dr. Samuel.
dr. Samuel menerangkan bahwa penggunaan N2O langsung dari tabung bertekanan tinggi memiliki risiko fisik berupa luka bakar dingin atau frostbite pada area pernapasan. Karena efek senangnya yang sangat singkat, pengguna cenderung menghirupnya berulang kali, yang justru menumpuk dampak negatif bagi kesehatan dalam jangka panjang.
"Karena tekanan yang tinggi dia biasanya dingin, jadi kalau langsung (dihirup) kadang-kadang bisa bikin frostbite. Karena efeknya enggak lama, orang memakainya berulang-ulang. Efek setelah itu, karena kurang oksigen, lama-lama bisa sakit kepala hingga mual," pungkas dia.
(Rani Hardjanti)