Beberapa orang mengalami Seasonal Affective Disorder (SAD), bentuk depresi musiman yang biasanya muncul saat hari lebih pendek dan kurang sinar matahari. SAD dapat memengaruhi suasana hati dan meningkatkan keinginan makan, terutama untuk makanan yang memberi rasa nyaman, sehingga membuat rasa lapar terasa lebih kuat.
Ketika hari lebih pendek dan paparan sinar matahari berkurang, tubuh menghasilkan lebih banyak melatonin dan lebih sedikit serotonin. Perubahan ini bisa memicu keinginan makan makanan tertentu, terutama yang kaya karbohidrat atau kalori tinggi, sebagai cara tubuh mencoba menyeimbangkan suasana hati sekaligus menyediakan sumber energi.
Cuaca dingin sering membuat seseorang lebih banyak berada di dalam ruangan, beraktivitas lebih sedikit, atau mencari camilan sebagai hiburan. Tidak hanya berpengaruh pada tingkat energi yang terpakai, hal ini juga bisa meningkatkan kebiasaan ngemil karena rasa bosan atau kurang aktivitas fisik.
Saat suhu lingkungan turun, tubuh menggunakan lebih banyak energi untuk menjaga suhu internal tetap stabil. Proses mempertahankan suhu tubuh ini memacu metabolisme, sehingga tubuh memberikan sinyal lapar agar kita mengonsumsi kalori tambahan sebagai bahan bakar untuk energi dan kemampuan bertahan terhadap dingin.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)