“Rasanya nggak adil aja kalau kalian menghakimi orang berdasarkan apa yang mereka lakukan dulu. Apalagi tebakan kalian kan belum tentu bener,” ujar Aurelie.
Selain itu, ia mengungkap bahwa sudah memaafkan semua tokoh yang ada dalam buku tersebut. Sehingga ia berharap para pembacanya juga bisa melakukan hal yang sama.
Aurelie menegaskan bahwa Broken Strings ditulis bukan untuk mencari simpati, namun untuk membantu orang lain memahami pola child grooming. Ia berharap, dengan semakin banyak orang membaca dan memahami, tidak ada lagi korban child grooming yang diabaikan ke depannya.
(Rani Hardjanti)