JAKARTA – Diet water fasting atau puasa air belakangan ini semakin populer, terutama di media sosial, sebagai metode cepat menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan. Diet ini hanya memperbolehkan konsumsi air putih tanpa asupan makanan apa pun selama periode tertentu.
Meski disebut-sebut memiliki manfaat kesehatan, para ahli menegaskan bahwa water fasting juga menyimpan risiko serius, terutama jika dilakukan tanpa pengawasan medis.
Melansir healthline, water fasting adalah metode puasa ekstrem di mana seseorang tidak mengonsumsi makanan sama sekali, hanya minum air putih. Umumnya dilakukan selama 24–72 jam, dan tidak dianjurkan lebih lama tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
Alasan orang mencoba water fasting antara lain:
Namun, penting dipahami bahwa tubuh tetap membutuhkan nutrisi, sehingga puasa air tidak cocok untuk semua orang.
Beberapa penelitian terutama pada hewan dan studi terbatas pada manusia—menunjukkan potensi manfaat berikut: